Krisis Pendidikan

Dalam dunia usaha, krisis dapat dijumpai ketika roda-roda penggerak penjualan terhenti. Penjualan dalam arti yang lebuh luas merupakan urat nadi yang menyuplai alirah darah ke jantung perekonomian. Maka ketika ia tak lagi menjalankan fungsinya, maka perusahaan akan mati rasa, struk.

Di Indonesia, kata krisis muncul di awal tahun 1998. Dan mulai sejak itu, kata ini acap kali digunakan sebagai kata ganti yang menggambarkan suasana buruk, banyak masalah besar, dan mengalami kondisi yang penuh ketidak pastian.

Krisis kemudian menjalar kemana-mana. Namun telah mengalami pergeseran makna. Dan celakanya pergeseran ini, diacuhkan oleh orang banyak.

Orang yang tak memiliki keberanian, disebut mengalami krisis percaya diri. Orang yang tak memiliki sopan santun, disebut krisis kepribadian. Tak menjalankan perintah agama, krisis kepercayaan. Dan seterusnya.

Krisis Pendidikan

Para orang tua dan akademisi telah mahfum masih amburadulnya sistem pendidikan di negeri ini. Mulai dari sdm, sistem belajar mengajar, praktisi, hingga reward and punishment juga ndak jelas.

Siswa dipaksa menguasai berbagai bidang keilmuan, biasanya belasan topik. Harapannya mereka dapat menguasai segalanya (jack of all trades. Namun kenyataannya mereka malah master for no one.

Dan yang memprihatinkan lagi adalah, ketika lingkungan dan teknologi berubah, mereka cenderung tidak siap. Hanya menyerap sebatas pengertiannya.

20120218-220938.jpg

Mereka tak siap ketika harus menghadapi tuntutan lingkungan yang biasanya mengukur seseorang dari apa yang dimilikinya.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s